Kontribusi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Melalui Kukerta Mandiri dalam Meningkatkan Kompetensi Keagamaan Peserta Didik di Desa Pematang Lumut oleh Hasan Abdul wahid

 

Kontribusi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Melalui Kukerta Mandiri dalam Meningkatkan Kompetensi Keagamaan Peserta Didik di Desa Pematang Lumut

Hasan Abdul wahid

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

E-mail : rr7228663@gmail.com

Abstrak

The Independent Community Service Program (Kukerta) is a form of community service implementation by students of UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, especially the Faculty of Tarbiyah, which is directed to provide real contributions in the field of education. This study aims to describe the contribution of students of the Faculty of Tarbiyah through the Independent Kukerta in improving the religious competence of students in Pematang Lumut Village, Betara District, Jambi Province. The research method used is a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation of learning activities and religious activities at school. The results of the study indicate that Kukerta students play an active role in supporting the improvement of students' religious understanding through Islamic Religious Education learning activities, habituating daily worship such as dhuha prayer and tadarus Al-Qur'an, and strengthening religious character through Islamic-themed extracurricular activities. This contribution has an impact on increasing student learning motivation, mastery of the basics of worship, and understanding of noble moral values. In addition, the Independent Kukerta activities also provide direct experience for students in applying pedagogical knowledge, classroom management, and religious communication skills. Thus, this program not only benefits students but also strengthens their role as agents of social change, oriented towards improving the quality of religious education in the community.

Keywords: Independent Kukerta, Faculty of Tarbiyah, religious competency, students, Pematang Lumut Village

Abstrak

Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mandiri merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, khususnya Fakultas Tarbiyah, yang diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui Kukerta Mandiri dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran serta aktivitas keagamaan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Kukerta berperan aktif dalam mendukung peningkatan pemahaman keagamaan peserta didik melalui kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pembiasaan ibadah harian seperti shalat dhuha dan tadarus Al-Qur’an, serta penguatan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler bernuansa islami. Kontribusi ini berdampak pada meningkatnya motivasi belajar siswa, penguasaan dasar-dasar ibadah, serta pemahaman nilai-nilai akhlak mulia. Selain itu, kegiatan Kukerta Mandiri juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pedagogik, manajemen kelas, dan keterampilan komunikasi keagamaan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di masyarakat.

Kata Kunci: Kukerta Mandiri, Fakultas Tarbiyah, kompetensi keagamaan, peserta didik, Desa Pematang Lumut

Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa, sebab melalui pendidikan kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan secara berkelanjutan(Ihsan Batubara et al., 2024). Di Indonesia, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan kompetensi keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat(Fitri et al., 2024). Dalam konteks ini, peserta didik di sekolah perlu mendapatkan bimbingan yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai religius(Amanda Fiza & Rahmah Yulia, 2024). Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan era digital yang begitu pesat, peran pendidikan agama Islam semakin penting untuk membentengi peserta didik dari arus globalisasi yang sering kali membawa nilai-nilai yang kurang sesuai dengan budaya dan ajaran Islam. Oleh karena itu, pembinaan kompetensi keagamaan menjadi kebutuhan yang mendesak, terutama di daerah pedesaan yang mungkin memiliki keterbatasan sumber daya pendidikan. Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, merupakan salah satu daerah yang masih membutuhkan dukungan dalam penguatan pendidikan keagamaan di sekolah. Kondisi sosial masyarakat pedesaan yang religius sebenarnya menjadi potensi besar dalam membentuk karakter peserta didik, namun sering kali terkendala oleh keterbatasan tenaga pendidik dan sarana pembelajaran.

Dalam konteks inilah kehadiran mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mandiri menjadi signifikan(Syafarotun Najah et al., 2023). Kukerta Mandiri adalah salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat(Eka Putra et al., 2023). Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di bangku kuliah, sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan(Prasa et al., 2024). Mahasiswa Fakultas Tarbiyah memiliki keunggulan dalam bidang pedagogik, penguasaan ilmu keislaman, dan strategi pembelajaran, sehingga peran mereka dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik sangat relevan.

Kompetensi keagamaan peserta didik mencakup pemahaman dasar tentang ajaran Islam, kemampuan melaksanakan ibadah dengan benar, serta internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari(Rozi et al., n.d.). Dalam praktiknya, peningkatan kompetensi keagamaan tidak hanya melalui proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dan penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Mahasiswa Kukerta Mandiri dapat berperan sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan bagi siswa dalam membentuk kebiasaan religius yang baik(Sismita et al., 2025). Misalnya, kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama, pembiasaan shalat dhuha, bimbingan praktik ibadah, serta pendampingan dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti rohis (rohani Islam) dan peringatan hari-hari besar Islam.

Selain berkontribusi bagi peserta didik, program Kukerta juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa(Triyani & Hani Salmalina, n.d.). Melalui kegiatan pengabdian, mahasiswa tidak hanya mengajarkan, tetapi juga belajar tentang dinamika sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat pedesaan. Pengalaman ini sangat berharga untuk membekali calon guru dan pendidik profesional agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat(Risma Sintiya Dewi et al., 2024). Dengan demikian, Kukerta bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga wahana pembentukan kompetensi sosial, emosional, dan spiritual mahasiswa.

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mendokumentasikan kontribusi nyata mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui Kukerta Mandiri dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik, khususnya di Desa Pematang Lumut. Dokumentasi ini tidak hanya memberikan gambaran empirik mengenai peran mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program pengabdian masyarakat selanjutnya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan muncul model kontribusi mahasiswa yang efektif dan dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki kebutuhan serupa.

Selain itu, kajian ini relevan dengan perkembangan wacana pendidikan Islam kontemporer yang menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai religius. Pendidikan agama tidak boleh berhenti pada aspek kognitif semata, melainkan harus mendorong lahirnya peserta didik yang mampu menginternalisasi ajaran Islam dalam sikap dan perilaku sehari-hari(Zahara et al., 2025). Dalam hal ini, mahasiswa Kukerta dapat menjadi agen transformasi yang menghubungkan teori pendidikan Islam yang diperoleh di kampus dengan praktik pembelajaran di sekolah.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi, motivasi belajar, dan pembentukan karakter peserta didik. Namun, masih sedikit kajian yang secara spesifik menyoroti kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di desa-desa yang relatif jauh dari pusat kota(Ayu Nur Zurati et al., 2025). Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji secara mendalam pengalaman Kukerta Mandiri di Desa Pematang Lumut.

Secara akademis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur tentang pengabdian masyarakat berbasis pendidikan agama Islam(Devi Kusuma Fitriyah et al., 2025). Sementara secara praktis, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi pihak kampus, sekolah, maupun masyarakat dalam merancang program kerjasama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan keagamaan(Sonata et al., 2022).

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini difokuskan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui Kukerta Mandiri dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pertanyaan ini diuraikan ke dalam rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana bentuk kegiatan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam Kukerta Mandiri yang berorientasi pada peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik? (2) Apa saja dampak kegiatan Kukerta Mandiri terhadap peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik di sekolah Desa Pematang Lumut?

Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan kegiatan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam Kukerta Mandiri yang bertujuan meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di Desa Pematang Lumut; (2) Menganalisis kontribusi nyata kegiatan Kukerta Mandiri terhadap pemahaman keagamaan, keterampilan ibadah, dan penguatan akhlak peserta didik.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini dapat memperkaya kajian pendidikan Islam, khususnya yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat dan pembinaan kompetensi keagamaan peserta didik. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa Kukerta selanjutnya, sekolah, serta pemerintah daerah dalam mengembangkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat desa.

Dengan demikian, pendahuluan ini menegaskan bahwa Kukerta Mandiri bukan hanya sekadar program rutin tahunan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung misi pendidikan Islam, memperkuat nilai religiusitas siswa, dan memberdayakan masyarakat desa melalui kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah.

Metodelogi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui program Kukerta Mandiri dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Subjek penelitian adalah mahasiswa Kukerta Mandiri UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, guru sekolah, serta peserta didik yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas keagamaan.

Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu: (1) observasi, dengan mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, shalat dhuha, praktik ibadah, serta kegiatan ekstrakurikuler islami; (2) wawancara, yang dilakukan terhadap mahasiswa, guru, dan siswa untuk memperoleh informasi terkait peran Kukerta dalam pembelajaran; dan (3) dokumentasi, berupa arsip kegiatan, foto, serta catatan harian mahasiswa selama pelaksanaan Kukerta(Kuncoro et al., 2022).

Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles & Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi(Fitri et al., 2024). Validitas data diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode agar hasil penelitian lebih kredibel.

Dengan metodologi ini, penelitian mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kontribusi nyata mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di sekolah Desa Pematang Lumut.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, dengan fokus pada sekolah tempat mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan program Kukerta Mandiri. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan sejumlah bentuk kontribusi mahasiswa Kukerta Mandiri dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik. Hasil penelitian dapat dikelompokkan ke dalam beberapa temuan utama berikut

1.      Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah terlibat langsung dalam proses pembelajaran PAI di sekolah. Mereka membantu guru dalam menyampaikan materi Al-Qur’an Hadis, Fiqih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Kehadiran mahasiswa memberikan variasi metode pembelajaran, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, serta penggunaan media pembelajaran sederhana seperti poster doa harian. Dari hasil observasi, peserta didik terlihat lebih antusias mengikuti pembelajaran karena adanya variasi metode yang digunakan mahasiswa.

2.      Pembiasaan Ibadah Harian

Salah satu program utama mahasiswa Kukerta adalah membiasakan peserta didik dengan ibadah harian. Program ini diwujudkan melalui shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, serta praktik wudhu yang benar. Dari wawancara dengan guru, diketahui bahwa kegiatan ini berdampak positif terhadap kedisiplinan dan motivasi siswa dalam beribadah. Siswa menjadi lebih teratur melaksanakan shalat tepat waktu dan meningkat kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

3.      Penguatan Akhlak dan Karakter Religius

Selain pembelajaran formal, mahasiswa juga menekankan penguatan akhlak melalui teladan perilaku sehari-hari. Misalnya, membiasakan siswa mengucapkan salam, menjaga kebersihan kelas, menghormati guru, dan saling tolong-menolong. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan persuasif dan pembiasaan. Dokumentasi kegiatan menunjukkan bahwa siswa semakin terbiasa mengucapkan salam ketika bertemu guru atau teman, serta lebih disiplin menjaga lingkungan sekolah.

4.      Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan

Mahasiswa Kukerta juga berkontribusi dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, seperti latihan pidato Islami, lomba hafalan doa harian, praktik azan, dan peringatan hari besar Islam (PHBI). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa dalam mengekspresikan pengetahuan agama. Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa mereka merasa lebih bersemangat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karena mendapat bimbingan dari mahasiswa.

5.      Kolaborasi dengan Guru dan Masyarakat

Kontribusi mahasiswa tidak hanya terbatas pada siswa, tetapi juga berkolaborasi dengan guru dan masyarakat sekitar. Mahasiswa membantu guru dalam merancang perangkat pembelajaran sederhana, serta berperan dalam kegiatan keagamaan desa seperti pengajian remaja dan peringatan Maulid Nabi. Hal ini menunjukkan bahwa Kukerta Mandiri tidak hanya berfokus pada sekolah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas.

6.      Dampak terhadap Peserta Didik

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, kontribusi mahasiswa Kukerta berdampak pada tiga aspek kompetensi keagamaan siswa:

  1. Aspek kognitif: meningkatnya pemahaman dasar-dasar agama, seperti rukun iman, rukun Islam, doa sehari-hari, dan cerita teladan Nabi.
  2. Aspek afektif: tumbuhnya sikap religius, seperti rasa hormat, kedisiplinan ibadah, dan kepekaan sosial.
  3. Aspek psikomotorik: meningkatnya keterampilan ibadah, seperti wudhu, shalat, membaca Al-Qur’an, dan praktik azan.

Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa Kukerta Mandiri Fakultas Tarbiyah membawa dampak positif dan signifikan bagi peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik di Desa Pematang Lumut.

Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Kukerta Mandiri yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah di Desa Pematang Lumut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik. Temuan ini dapat dibahas lebih lanjut melalui beberapa perspektif teoritis dan praktis.

1.      Kukerta sebagai Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kehadiran mahasiswa Kukerta Mandiri sejalan dengan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat(Nashihin Husna et al., 2021). Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menyalurkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar dari realitas sosial masyarakat(Dita & Gigih, 2025). Kontribusi dalam pembelajaran PAI dan kegiatan keagamaan di sekolah membuktikan bahwa Kukerta menjadi wahana transformasi ilmu menjadi amal nyata.

2.      Relevansi dengan Teori Pendidikan Islam

Dalam pendidikan Islam, tujuan utama adalah membentuk insan kamil, yaitu manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Peningkatan kompetensi keagamaan siswa melalui kegiatan Kukerta sangat sesuai dengan tujuan tersebut(Arisandi et al., 2022). Pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, dan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler Islami merupakan bentuk pendidikan integratif yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal ini sejalan dengan pandangan al-Ghazali bahwa pendidikan harus mencakup pembentukan akhlak mulia selain penguasaan ilmu pengetahuan.

3.      Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam Kukerta Mandiri bertindak sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka membawa inovasi pembelajaran, menumbuhkan semangat religius, dan memberikan teladan perilaku islami. Konsep agen perubahan ini selaras dengan teori Paulo Freire mengenai pendidikan sebagai alat pembebasan, di mana mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator yang membangkitkan kesadaran religius peserta didik.

4.      Dampak terhadap Kompetensi Keagamaan Peserta Didik

Dari hasil penelitian, dapat dilihat bahwa kontribusi mahasiswa berdampak pada tiga aspek kompetensi keagamaan: kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  1. Pada aspek kognitif, siswa semakin memahami ajaran dasar agama. Hal ini menunjukkan efektivitas pembelajaran PAI yang lebih variatif.
  2. Pada aspek afektif, pembiasaan ibadah dan teladan mahasiswa menumbuhkan sikap religius yang lebih konsisten.
  3. Pada aspek psikomotorik, keterampilan ibadah siswa meningkat berkat praktik langsung yang dipandu mahasiswa(Nisa’i & Syofyan, 2024).

Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembinaan keagamaan melalui praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran teori semata.

5.      Tantangan dan Kendala

Meskipun hasilnya positif, pelaksanaan Kukerta Mandiri juga menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu pengabdian, sarana pembelajaran yang sederhana, serta perbedaan tingkat kemampuan keagamaan siswa. Namun, mahasiswa berusaha mengatasi kendala tersebut dengan strategi sederhana seperti pembelajaran berbasis permainan edukatif, penggunaan media visual, serta pendekatan personal kepada siswa yang masih kesulitan.

6.      Implikasi bagi Pendidikan di Pedesaan

Kontribusi mahasiswa Kukerta di Desa Pematang Lumut memberikan pelajaran penting bagi pengembangan pendidikan di pedesaan. Pertama, keberadaan mahasiswa dapat menjadi solusi sementara atas keterbatasan tenaga pendidik. Kedua, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan masyarakat dapat memperkuat pendidikan berbasis komunitas. Ketiga, program ini menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa agar lebih memahami realitas pendidikan di pedesaan.

7.      Rekomendasi Pengembangan

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa rekomendasi untuk pengembangan program Kukerta Mandiri ke depan:

  1. Perlu adanya sinergi yang lebih kuat antara kampus, sekolah, dan pemerintah desa agar program Kukerta lebih terarah dan berkelanjutan.
  2. Mahasiswa perlu diberikan pelatihan khusus mengenai metode pembelajaran inovatif agar kontribusinya lebih maksimal.
  3. Program Kukerta sebaiknya tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dalam pembinaan keagamaan di rumah.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui Kukerta Mandiri di Desa Pematang Lumut memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga membentuk sikap religius dan keterampilan ibadah. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan pendidikan menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat melalui Kukerta Mandiri adalah sarana efektif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di pedesaan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah melalui program Kukerta Mandiri dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta didik di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mahasiswa Kukerta Mandiri berkontribusi secara nyata dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pembiasaan ibadah harian, penguatan akhlak, serta kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah.
  2. Kontribusi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi keagamaan peserta didik yang mencakup aspek kognitif (pemahaman agama), afektif (sikap religius dan akhlak mulia), serta psikomotorik (keterampilan ibadah).
  3. Program Kukerta Mandiri menjadi sarana efektif bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di kampus, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan.
  4. Kehadiran mahasiswa Kukerta tidak hanya memberi manfaat bagi peserta didik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara sekolah, guru, dan masyarakat dalam membina generasi muda yang berkarakter Islami.

Dengan demikian, Kukerta Mandiri bukan hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga wahana transformasi sosial yang mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang berkualitas di pedesaan.

Penutup

Penelitian ini menunjukkan bahwa Kukerta Mandiri memiliki peran strategis dalam memperkuat kompetensi keagamaan peserta didik sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah sebagai calon pendidik profesional. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pihak kampus, sekolah, dan pemerintah daerah untuk mengembangkan program Kukerta yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Referensi

Amanda Fiza, & Rahmah Yulia. (2024). PERAN MAHASISWA ASISTENSI  MENGAJAR PROGRAM MERDEKA BELAJAR DI SDIT AL-GHAZALI PALANGKA RAYA. AMPOEN : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 2(2), 1107–1115.

Arisandi, D., Widya Mutiara, M., & Christanti Mawardi, V. (2022). DAMPAK KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MAGANG DAN STUDI INDEPENDEN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 6(1), 174–181. https://doi.org/10.24912/jmishumsen

Ayu Nur Zurati, D., Apriani, F., Laili Nisfi Siami Masruri, B., Purmasari, S., Dwi Lestari, L., & Suyantri, E. (2025). Optimalisasi Peran Mahasiswa Universitas Mataram Sebagai Mitra Strategis dalam Program MBKM-Mandiri: Asistensi Mengajar di SMA 1 Lingsar. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 8(1), 6–12. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v8i1.10255

Devi Kusuma Fitriyah, Apriliasari Dini Ria, & Sa’adah Ummi. (2025). Peran Program Magang Mbkm Bagi Mahasiswa Akuntansi Universitas Bhayangkara Surabaya. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5(2), 3449–3458.

Dita, V., & Gigih, T. (2025). Peran Program MBKM Studi Independen Data Sains dalam Peningkatan Minat Mahasiswa Menjadi Data Analyst. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 3(2), 160–168. https://jsr.lib.ums.ac.id/index.php/determinasi▪page160

Eka Putra, Soni, S., Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023). Optimalisasi Peran Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Riau Dalam Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2), 226–233. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035

Fitri, R., Gistituati, N., Hamka, J., Tawar Barat, A., & Utara, P. (2024). Analisis Efektivitas Program MBKM dari Perspektif Mahasiswa: Peran dan Keterlibatan Organisasi Pendidikan (Studi Kasus pada Mahasiswa Departemen Biologi Universitas Negeri Padang). Journal of Biological Education and Science, 5(2), 154.

Ihsan Batubara, Aini Fadilah Daulay, Resti Agustina, Melda Junita Nst, Nur Padilah, Cahyani Aulia Fitri, Khodijah Nasution, & Siti Khairani. (2024). Peran Mahasiswa KKN Dalam Pengembangan Pendidikan Anak-Anak di Desa Pintu Padang. Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 104–114. https://doi.org/10.47861/jipm-nalanda.v2i1.771

Kuncoro, J., Handayani, A., & Suprihatin, T. (2022). PENINGKATAN SOFT SKILL MELALUI KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM). Peningkatan Soft Skill Melalui Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyeksi, 17(1), 112–126.

Nashihin Husna, Mafaza Nazid, Haryana Okky M, & Hermawati Triana. (2021). Implementasi total quality management (TQM) perspektif  teori Edward Deming, Juran, dan Crosby. At Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 41–49. https://doi.org/10.51468/jpi.v3i1.56

Nisa’i, S. H., & Syofyan, H. (2024). Peran Mahasiswa Dalam Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM) Asistensi Mengajar Mandiri Di SDN Duri Kepa 17 Pagi. Jurnal Media Abdimas, 3(2), 60–68. https://doi.org/10.37817/mediaabdimas.v4i1

Prasa, D., Fitriasari, A., Ramadiana, N., Zabar Muhamad Zamaludin, A., & Agustin, D. (2024). Peran Mahasiswa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Longkewang Melalui Inisiatif Rumah Belajar. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 146–154. https://doi.org/10.31949/jb.v5i1.7180

Risma Sintiya Dewi, Pramita Khanifatul, Muhammad Akhdan, Den Ayu, Elinda Novita Dewi, Midian Savella, Herxi Thovan, & Kasmuri Kasmuri. (2024). Optimalisasi Peran Mahasiswa Kkn Dalam Bidang Peningkatan Pendidikan Di Desa Kangkung. Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial, 1(3), 16–23. https://doi.org/10.62383/aksisosial.v1i3.400

Rozi, F., Shaleha, I., Br Sembiring, L., Rasyid Ridho, A., Dwi Rani, P., Lubis, M., & Hubbulwathan Duri, S. (n.d.). Optimalisasi Peran Mahasiswa Kukerta Sebagai Tenaga Pengajar Dalam Meningkatkan Pendidikan Di Desa Beringin. Octo: Community Service Journal, 1(1), 23–34.

Sismita, Putri Ananda, Sindi, & Aziz Abdul. (2025). Peran Mahasiswa KKM dalam Pengembangan Pendidikan Sekolah    Dasar di Desa Karyasari, Sukaresmi, Pandeglang. JUPERAN: Jurnal Penedidikan Dan Pembelajaran, 04(02), 802–809.

Sonata, F., Hutagalung, J., Erwansyah, K., Kusnasari, S., & Kustini, R. (2022). PERAN SERTA KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR. Journal of Character Education Society), 5(3), 580–590. https://doi.org/10.31764/jces.v3i1.9245

Syafarotun Najah, T., Pebrianti, I., Rifaat, H., Kamaliah, U., Irawan, R., Hidayatulloh, R., Sari, W., Gusti Ningsih, W., Sari Yeyen, S., Haris Pauzan, M., & Adisty, L. (2023). Peran Mahasiswa KKN Dalam Membantu Kegiatan Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Desa Tahai Baru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 4(4), 4193–4200. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4

Triyani, B., & Hani Salmalina, F. (n.d.). PERAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN DI KAMPUNG NIRBITAN TIPES. MENCARI FORMAT PENGABDIAN INTERNASIONAL  SESUAI KEBUTUHAN BANGSA INDONESIA.

Zahara, L., Yogisti, U., Defiami, A., Fortuna, I. M., Apprila, M., & Syaputra, A. (2025). PARTISIPASI MAHASISWA KKN UNP DALAM MEMBANTU PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN 08 NAGARI INDUDUR. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 342–354.


Lampiran














Komentar